Jalur Kuning Membuat Miris : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Uncategorized » Jalur Kuning Membuat Miris

Jalur Kuning Membuat Miris

(535 Views) Maret 3, 2020 5:24 am | Published by | No comment



Setiap kota mulai berbenah, peduli penyandang disabilitas, trotoar kota yang belum memasang jalur kuning, pada saat renovasi akan ditambahkan rancangan jalur kuning bagi penyandang tuna netra. Akan tetapi, sebagian pemasangan itu tidak sesuai dengan disain, membuat miris yang melihatnya. Bagaimana bisa merancang jalur yang seharusnya menjadi panduan bagi tuna netra itu, malah membuat mereka bingung, atau yang lebih parah membuat terjebak atau malah celaka?

Saya sering sekali menemukan jalur kuning yang tidak sesuai rancangan, jalur kuning terputus batang pohon lalu bersambung kembali pada jalur berikutnya. Atau tiba-tiba jalur terputus, karena ada lubang, tidak ada tanda yang memandu untuk, berhenti atau berputar. Ini tentu berbahaya, mereka bisa terjerumus, masuk ke dalam lubang.

Jalur kuning dirancang berbentuk zigzag (tidak garis lurus) padahal jalur trotoar lebar dan tidak ada penghalang yang menyebabkan jalur harus dirancang zigzag. Kenapa berbentuk zigzag? Ini tentu membuat jarak tempuh menjadi lebih panjang dan lama.

Jalur kuning dipaksakan dirancang pada trotoar yang sempit, yang lebarnya kurang dari 1 meter. Terpaksa semua orang berjalan di atas jalur kuning. Atau trotoar yang jalurnya mengecil, dan di ujung dibatasi pagar. Ini jelas menjebak tuna netra.

Kasus lain salah mengunakan motif jalur kuning. Motif titik (dot) dipasang pada jalur berjalan lurus, padahal seharusnya untuk jalur jalan menggunakan motif lurus (garis), karena ujung tongkat yang berbentuk bulat, akan diletakkan di antara garis-garis motif jalur kuning dan itu akan memandu tuna netra berjalan. Sedangkan motif berbentuk titik (dot) memberikan tanda berhenti, perempatan, ada halangan, dan berhati-hati. Biasanya dipasang pada jalur persimpangan jalan, atau titik-titik jalan yang memberi tanda bagi tuna netra untuk menentukan arah (ke kanan-ke kiri, maju, dan lain sebagainya).

Rancangan dan kontruksi jalur kuning sudah sesuai, tetapi perawatan, pemeliharaan, dan pengawasan yang kurang; sebagian tilenya jebol. Ada parkir motor, mobil, warung pedagang kaki lima dan tumpukan pasir di atasnya.

Apakah tuna netra menggunakan jalur kuning ? saya memperhatikan penyandang tuna netra yang masuk ke Stasiun Karet, petugas keamanan langsung menghampiri dan menuntun, ke tempat naik-turun kereta, begitu kereta datang, mereka membantu masuk ke dalam kereta. Penyandang tuna netra itu tidak menginjak jalur kuning, malah ketika kakinya menyentuh jalur kuning, ia menghindar.

Tuna netra yang baru keluar dari mulut gang segera dituntun menyeberang jalan menuju stasiun Cikini, ia kemudian berpegang pada pagar stasiun sebagai pemandu untuk berjalan. Lain waktu, saya melihat tuna netra yang membawa tongkat pemandu, tetapi tidak digunakan, ia hanya menggunakan tongkat itu pada saat naik tangga.

Teman yang kehilangan penglihatan karena sakit, mengatakan bahwa ia menggunakan aplikasi be my eye untuk memandu ia dalam berjalan dan berkegiatan. Walau aplikasi ini mempunyai kekurangan, karena menggunakan kamera smart phone yang mempunyai area pandang yang terbatas, sehingga pernah ketika berjalan ia terjatuh, karena pemandunya tidak mengetahui bahwa di depan jalannya ada lubang.

Bagi penyandang tuna netra yang kehilangan penglihatan sejak lahir, kemampuan mengakses ruangnya lebih peka. Jika sudah berkali-kali melalui jalur jalan itu, mereka tidak mengunakan tongkat pemandu, tapi mengakses dengan cara menghitung langkah, jumlah anak tangga, dan merasakan benda-benda di sekitar jalur yang dilalui.

Niat baik pemerintah kota tentu perlu didukung, akan tetapi merancang, memelihara, dan merawat jalur kuning sesuai standar yang berlaku seyogyanya menjadi perhatian, sehingga fasilitas itu dapat digunakan dengan maksimal. Selain itu, trotoar masih digunakan tidak sebagaimana mestinya.



No comment for Jalur Kuning Membuat Miris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>