Sebelum Diserap Tanah Air Hujan Dipanen : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Uncategorized » Sebelum Diserap Tanah Air Hujan Dipanen

Sebelum Diserap Tanah Air Hujan Dipanen

(404 Views) Oktober 11, 2019 10:22 am | Published by | No comment



Dalam debat kedua calon gubernur DKI Jakarta, 27 Januari 2017, ada pertanyaan untuk pasangan calon ke-3 (Anies-Sandi – yang akhirnya terpilih menjadi gubernur Jakarta periode 2017-2022-), tentang strategi yang akan dilakukan paslon untuk memanen air (rain harvesting). Pengelolaan air tidak hanya diserap tanah, tapi dipanen. Pertanyaan ini diajukan oleh salah salah seorang panelis, Prof. Gunawan Tjahjono, Guru Besar Arsitektur dari Universitas Indonesia. Dari jawaban paslon ke-3, terlihat bahwa mereka belum memikirkan konsep kota memanen air (urban rain harvesting).

Pertanyaan tersebut berdasarkan visi misi Anies-Sandi ; yaitu memaksimalkan air untuk diserap ke dalam tanah, bukan dialirkan ke saluran, sedangkan untuk mengatasi masalah air, dilakukan dengan cara membuat perencanaan dan pembangunan sumur resapan dan/atau sarana pengolaan air untuk mengurangi genangan di permukaan dan meningkatkan supply air tanah (konservasi air).

Dalam perkembangan pengelolaan kota di dunia, memanen air (rain harvesting) sudah mulai dilakukan untuk mengatasi krisis air dan mengurangi banjir. Air hujan tidak hanya diserap tanah, tapi dipanen dan digunakan kembali untuk kebutuhan kota. Kota yang sudah mengadopsi konsep ini antara lain ; Kota Chennai, Bangalore, dan Delhi, demikian juga kota-kota di negara Jerman, Jepang, Amerika, dan Singapura.

Pada musim hujan, curah hujan tinggi dalam waktu yang pendek, air melimpah dan menyebabkab banjir, sedangkan pada musim kemarau sebaliknya, terjadi krisis air. Memanen air di perkotaan dapat mengurangi banjir pada area perkerasan atau pada tanah yang tidak mampu menyerap air dalam jumlah yang besar. Di Utara Jakarta, kemampuan tanah menyerap air tidak sebesar di Selatan.

Secara sederhana tahap memanen air hujan antara lain ; air hujan yang jatuh ke atap bangunan ditampung dalam bak penampungan, limpahan dari bak penampungan disalurkan ke sumur resapan dan air yang meluber dari sumur resapan menuju saluran kota. Dengan sistem ini, diharapkan sebagian besar air hujan dapat ditampung di dalam kavling dan hanya sisa air hujan yang masuk ke saluran kota. Prinsipnya, sebelum air hujan jatuh ke tanah dan menjadi air permukaan (run off), air ditampung di dalam bak penampungan. Air yang ditampung di dalam bak penampungan dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman atau membersihkan area terbuka yang kotor, karena air hujan dari atap masih bersih.



Saat ini, tren memanen hujan sudah dilakukan dalam skala rumah. Bak penampungan yang sederhana berupa tangki air (water torn) diletakkan di samping rumah, air hujan dari atap disalurkan masuk ke dalam tangki. Sedangkan rumah yang mempunyai lahan yang terbatas dan alasan estetika, bak penampungan air dapat dirancang secara vertikal (pipa besar yang menempel di dinding) atau/dan diletakan di bawah tanah (ground tank). Air hujan dari atap disalurkan melalui pipa masuk ke dalam bak penampungan vertikal dan/atau di bawah tanah.

Bagaimana jika memanen hujan dalam skala kota? Sejak periode gubernur terdahulu, pemerintah DKI sudah menerapkan peraturan bagi setiap pemilik bangunan untuk membuat sumur resapan, terutama bagi bangunan yang menutup permukaan tanah. Sebagian pemilik bangunan telah melaksanakan kewajiban itu, tapi masih banyak yang belum melaksanakannya.

Sudah waktunya Pemerintah DKI Jakarta mulai mengadopsi konsep memanen air (urban rain harvesting), karena konsep ini tidak saja menguntungkan pemilik bangunan, karena air yang mereka panen dapat (segera) digunakan kembali, tapi juga mengurangi beban kota, karena sebagian besar air hujan sudah ditampung di dalam masing-masing kavling. Konsep (zero run off ) dan memaksimalkan air diserap oleh tanah sudah tidak memadai, karena beberapa kendala, antara lain jenis tanah di Jakarta yang berbeda-beda dalam menyerap air tanah. Dalam skala kota, pemerintah kota dapat memanen air dari saluran kota sebelum limpahannya menuju laut. Air yang dipanen dapat digunakan untuk menyiram taman-taman kota.

safitri ahmad

writer, landscape architect, urban planner



Categorised in:

No comment for Sebelum Diserap Tanah Air Hujan Dipanen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>