4. Kelas Bab 2a
(260 Views) Agustus 4, 2022 8:14 am | Published by Safitri ahmad | No comment
Untuk penulisan buku ini, saya ingin mengetahui kelas Gunawan. Observasi
istilahnya. Walau pernah menjadi mahasiswanya di Kajian Pengembangan
Perkotaan UI, tapi tetap saja penasaran bagaimana kelas di Arsitektur.
Gunawan setuju saja. Ada beberapa kelas pada semester genap : pengantar
arsitektur untuk semester 2, metode perancangan lanjutan untuk semester 6,
dan kelas international. Pertama saya ikuti semua kelas, setelah itu ikuti satu
saja, metode perancangan lanjutan untuk semester 6.
“Apa perlu saya membuat izin resmi ke Ketua Departemen Arsitektur?” tanya
saya sopan, tidak ingin melakukan kesalahan.
Sahut Gunawan, “Cukup bilang saja.”
Mudah.
Hari ini, pukul 8:00 WIB, saya ikut kelas metode perancangan lanjutan untuk
semester 6. Pada pertemuan pertama, menonton film tentang pemanasan
global An Inconvenient Truth oleh Al Gore di ruang multi media. Bak bioskop
kecil. Saat film baru diputar sebagian, Gunawan menghampiri saya, berkata
perlahan setengah berbisik, “ Saya harus menghadiri pengukuhan guru besar.
Anda silakan di sini.”
Saya mengangguk-angguk, melanjutkan tontonan.
Memang hari ini, dandanan Gunawan lain dari biasa, memakai kemeja coklat
muda dan berdasi logo makara UI. Jika ia berdandan lain dari biasa, berarti ada
acara yang sedang menunggunya.
Setelah film selesai diputar, mahasiswa kembali ke kelas untuk diskusi.
Dipandu asisten, yang cukup piawai menjalankan tugas yang telah diberikan
sebelumnya. Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka
diminta untuk memberikan pendapat, pro dan kontra. Ada mahasiswa yang
berkomentar bahwa film itu merupakan propaganda Al Gore untuk menjadi
presiden Amerika. Sedangkan yang lain mengaitkannya dengan rancangan Adi
Purnomo, arsitek yang peduli terhadap lingkungan dan sering membangun
taman atap yang ditanami rumput pada setiap rancangannya.
*
Pagi ini Gunawan tampak terburu-buru. Ia bergegas masuk kelas dan langsung
menjelaskan mata ajar. Tak lama,”Pagi ini saya harus menemui menteri
perumahan rakyat untuk membahas rumah susun. Saya diminta untuk memberi
masukan terhadap proyek tersebut. Undangan itu mewakili TPAK bukan
mewakili UI,” ujarnya.
Kemudian ia mulai membahas tentang film yang diputar minggu lalu, dan mulai
bertanya, satu dua mahasiswa memberikan jawaban. Mereka menjelaskan
telah terjadi perubahan iklim. Setelah mendapat beberapa jawaban, Gunawan
menulis kata “lingkung.”
“Apa yang dimaksud dengan lingkung,” tanyanya sambil mengarahkan
pandangan ke seluruh kelas. Semua diam. Saya juga diam. Tidak paham.
Walau sudah menerka-nerka, pasti yang dimaksud lingkungan. Tapi bila huruf
“an” dihilangkan menjadi kata lingkung. Saya tidak paham.
Gunawan sadar, tidak ada yang bisa menjawab. Ia menambahkan huruf
“an” menjadi lingkungan. Dengan penambahan huruf itu, ada mahasiswa
berkaca mata yang berani menjawab. Ia balik bertanya pada mahasiswa itu.
Dijawab lagi. Ditanya lagi sambil memandang dengan tajam dan akhirnya
mahasiswa berusia 19 tahun itu menyerah kalah. Tidak mampu menjawab. Ia
tersenyum senang. Menang. Terus bertanya. Sampai akhirnya sang lawan tidak
menemukan jawaban.
Gunawan memperlihatkan foto banjir, tawuran, dan macet di Jakarta. Ia
mulai mengajak mahasiswa untuk membaca gambar tersebut dan mengartikan
maksudnya. “Perhatikan wajah orang-orangnya. Ada banjir setinggi pinggang,
dua orang laki-laki dewasa sedang mendorong ember besar, yang di dalamnya
berisi anak kecil yang sedang duduk sambil tertawa-tawa,” ujarnya.
Mahasiswa diminta untuk mendiskusikan gambar tersebut. “Apa yang sedang
terjadi?”
Pukul 8:35 WIB Gunawan meninggalkan kelas dan meminta Mita (salah seorang
asisten) untuk menggantikannya menjelaskan slide yang sudah disiapkan. Slide
itu hanya berisi poin-poin dan perlu penjelasan lebih lanjut.
Setelah itu mahasiswa diminta untuk menulis tugas di dalam logbook.
Logbook? Saya melihat buku catatan yang terbuat dari kertas HVS ukuran A4.
Mahasiswa menuliskan tanggal dan tugas di dalam buku tersebut. Pada saat
pengumpulan tugas, mereka meletakkan logbook di atas meja asisten (yang
berada di belakang kelas). Kemudian setiap asisten membagikan logbook sama
rata di antara mereka. Masing-masing mendapat 5-8 logbook untuk diperiksa.
Saya melirik apa yang ditulis asisten? Mereka menuliskan komentarnya,
penilaiannya. Lalu, memberikan tanda bintang, tanggal, paraf, dan nama
pemeriksa.
No comment for 4. Kelas Bab 2a