67. sisi lain : Arsitek Gunawan Tjahjono 14d : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 67. sisi lain : Arsitek Gunawan Tjahjono 14d

67. sisi lain : Arsitek Gunawan Tjahjono 14d

(259 Views) Agustus 11, 2022 3:05 am | Published by | No comment



“Lho kalau itu kekurangan saya, saya harus atasi kan.
Akhirnya saya terlalu kuat dalam konsep. Semua
orang saya tuntut. Bagus juga. Saya termasuk yang
berani bertanya ke Pak Han. Coba siapa yang berani
tanya dan mau cerita tentang kekurangannya? Tidak
banyak orang yang bisa begitu dan saya berterima
kasih betul Pak Han mau memberitahu itu. Dan itu
juga mengubah saya.”

”Cari dulu apa sebetulnya konsep itu. Tidak mengerti awalnya. Sekarang arti
konsep itu sendiri buat saya sudah menjadi sesuatu yang sangat ”kaya”. Konsep
itu sebuah pengertian. Konsep dalam desain berbeda lagi maksudnya. Saya
terus mencoba memahami arti konsep pada jenjang yang lebih tinggi, waktu di
Berkeley mulai mengenal terminologi.”
“Waktu itu, teman saya pernah bilang, “Asal bisa membuktikan bahwa kita
bagus, pasti orang cari.” Dan itu ternyata betul.”
“Berapa banyak desain Pak Gun yang dibangun pada saat di DCM?”
“Tidak ada satupun, bangunan yang saya desain yang dibangun hahaha….”
“Kenapa?”

“Yang saya tangani tidak dibangun. Yang orang lain tangani dibangun.”
“Saya cepat keluar dari DCM. Saya harus konsentrasi mengajar. DCM minta
saya part time di situ. Saya hanya bisa 10 jam/minggu. Lalu, kalau ia bisa terima
tidak apa-apa, tapi prakteknya hanya 10 jam.”
“Karena ada kewajiban bagi tenaga pengajar di UI untuk membantu di Lemtek
(Lembaga Teknologi). Saya bikin beberapa guideline di Batam, ada beberapa
proyek yang tidak dibangun. Sayang juga.”
“Nama proyeknya apa?”
“Visitor center, sempat ditandatangani Habibie (Presiden RI ke-3), terus tidak
jadi.”



“Visitor center itu, bangunan yang di Jembatan Balerang itu lho. Bikinnya kayak
udang, pake perbandingan golden mean (2 : 3, 3 : 5, 5 : 8, 8 : 13) , tidak ada
orang yang bikin seperti itu. Terus tiangnya juga miring-miring. Habibie senang.
Satu hal yang bagus, ia percaya dengan putra Indonesia.”
“Saya senang visitor center karena orisinal tapi tidak dibangun.”
“Saya selesai di DCM. Lalu, saya dikenalkan oleh Ibu Titi ke Pak Nayoan
(Direktur Eksplorasi Pertamina). Ibu Titi itu sekretaris Pak Nayoan. Saya dulu
pernah kontrak di rumah orang tua Ibu Titi, saat masih di SMA. Wah saya
senang betul dengan proyek ini.”

“Kenapa ?”
“Ia bilang,”Pak Gunawan carikan karakter buat rumah saya. Saya orangnya
“begini”. Saya bisa saja dengan kedudukan saya saat ini pakai BMW (mobil
mewah di zamannya). Anak buah saya saja pakai BMW.”
“Saya lihat ia pake Toyota Cressida, parkir di depan (entrance). Orang ini punya
kesombongan. Ia ingin menunjukkan kekuasaan tapi tidak perlu hebat. Saya
bikin sketsa. Pertama kali lihat, ia langsung terima.”
“Ia tidak banyak permintaan. Yang penting memenuhi permintaan ibu. Perlu
perhatikan keinginan ibu. Perlu sediakan tempat salatnya. Ia Kristen tapi
istrinya Islam. Mereka kalau Lebaran open house. Kalau Natal juga open house.
Mereka saling menghormati. Bagus sih. Anak-anak mereka ada 4. Dua Islam.
Dua Kristen.”

“Ia cerita kalau ia lama di Inggris. Ia suka lapangan hijau. Jadi rumah
itu, ia tempati dua. Kira-kira gini lah, …(Gunawan mencontohkan dengan
menggunakan kedua tangannya) ini taman besar sekali, tiap sore ia di situ.”
“Dari luar tidak kelihatan kalau rumah itu dua lantai, biasa aja, di dalamnya ada
space yang sangat besar. Saya kalau lewat situ, sampai sekarang rasanya juga
tidak diubah tuh oleh pembeli yang baru.”
“Letaknya di mana Pak?”




No comment for 67. sisi lain : Arsitek Gunawan Tjahjono 14d

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>