113 Pengalaman Gunawan Tjahjono Jadi Juri Sayembara Arsitektur bab 24g : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 113 Pengalaman Gunawan Tjahjono Jadi Juri Sayembara Arsitektur bab 24g

113 Pengalaman Gunawan Tjahjono Jadi Juri Sayembara Arsitektur bab 24g

(269 Views) Agustus 14, 2022 3:34 am | Published by | No comment



“Hasil rekapitulasi dari semua juri sudah di input,” katanya memulai
pembicaraan. Tiba-tiba ia berhenti, seperti mengingat sesuatu. “Ibu Safitri,
dimohon meninggalkan ruangan.” Ups…ia ingat juga, bahwa saya tidak boleh
mengikuti penentuan pemenang. Saya bergegas keluar, sambil menutup
pintu. Tapi pintunya terbuat dari kaca. Sambil menunggu lift, saya tetap dapat
menyaksikan kejadian di dalam ruangan itu, melihat rekapitulasi penilaian
dewan juri yang tampil di layar melalui in focus. Bukan salah saya kenapa lift
yang akan membawa saya turun belum juga datang. Jadi mata ini tak kuasa
melihat hasil rekapitulasi itu.

Ada tabel. Pada kolom bagian kiri berurutan ke bawah nomor peserta dari
nomor 1-28. Sedangkan pada lajur paling atas, inisial nama juri. Setiap juri
menyilang 10 besar peserta yang menjadi pilihannya. Ada satu lajur yang
disilang oleh semua juri, ini menunjukkan bahwa karya tersebut dipilih oleh
semua juri tapi lebih banyak yang acak. Artinya setiap juri mempunyai
pilihannya masing-masing, yang berbeda-beda dengan juri yang lain.
Tak lama…lift yang membawa saya turun datang.

Hari senin, tanggal 19 Januari 2009, saya bergegas menuju ruang sidang guna
menyaksikan presentasi 5 besar. Di depan gedung rektorat saya melihat Yori
Antar dan 4-5 anak muda yang tak saya kenal. Hm…Yori pasti menjadi salah
satu dari 5 besar. Ia hanya berdiri-diri di luar gedung. Apakah ia sudah
selesai presentasi atau menunggu giliran? Saya memang terlambat. Tapi
hanya 10 menit. Tidak mungkin presentasi secepat itu. Presentasi memang
dimulai pukul 10:00 WIB, tapi pasti ada keterlambatan. Terlambat untuk
mempersiapkan bahan presentasi dan banyak hal. Pasti tidak tepat waktu. Itu
kebiasaan. Kalau tepat waktu. Itu yang di luar kebiasaan. Dugaan saya benar.



Sesampai di ruang sidang, peserta pertama sedang presentasi. Ada seorang
ibu yang terlambat, mengangguk ke arah Gunawan, seseorang yang ditunggu.
Peserta pertama, rancangannya terinspirasi dari pucuk gedung rektorat yang
dibalik (ujung gedung rektorat di bawah). Saya juga memilih itu. Selesai
presentasi Gunawan mempersilakan Juri untuk memberikan pertanyaan. Diane
memberikan pertanyaannya. Setelah itu, Gunawan mempersilakan Ibu yang
terlambat tadi untuk memberikan pertanyaan. Siapa ia? Setelah bertanya dan
mendapat jawaban. Presentasi dilanjutkan. Rancangan berbentuk segi enam.
Itu juga pilihan saya. Lalu rancangan yang seperti memeluk gedung rektorat.
Itu juga pilihan saya. Kemudian rancangan dengan beberapa tower. Unik. Tapi
lapisan atas yang ditutupi rumput sering sekali saya lihat. Presentasi terakhir
bentuk tabung dengan tirai berbentuk kubus. Wah, hampir semua yang saya
pilih juga menjadi pilihan juri.

Kalau apa yang saya pilih jadi pilihan juri, apakah cara pandang kita sama, atau
kebetulan, atau….
Dari peserta yang masuk lima besar hanya Budiman Hendropurnomo dari
DCM dan Yori Antar yang saya kenal. Karya mereka sering masuk majalah.
Budiman dengan karya beberapa tower sangat memperhatikan lingkungan. Ia
memanfaatkan danau menjadi bagian dari karyanya. Gayanya pun profesional
sekali. Pakai jas. Hanya berdua yang hadir: Budiman dan Dicky, konseptor
rancangan itu. Gambarnya lengkap: arsitektur, interior, lansekap. Sedangkan
Yori Antar karya tabung dengan tirai berbentuk kubus. Ia datang dengan
semua anggota timnya (4-5 orang), sama dengan tim yang lain. Berendengan ke
sana kemari. Maklumlah, mereka nampak masih muda, dan pasti bangga masuk
5 besar sehingga memerlukan hadir pada saat presentasi/penentuan rangking
pemenang itu.




No comment for 113 Pengalaman Gunawan Tjahjono Jadi Juri Sayembara Arsitektur bab 24g

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>