Seri Pemeliharaan Taman : Obat Pemberantasan Hama/Penyakit (7A)
(784 Views) Januari 1, 2017 1:14 pm | Published by Safitri ahmad | No comment
Pemberantasan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, metode fisik dan metode kimia.
Metode fisik : memanipulasi faktor fisik dan meningkatkan daya tahan tanaman. Cara ini tidak membahayakan lingkungan dan pekerja (karena tidak terpapar bahan kimia). Akan tetapi pada beberapa kasus, cara ini tidak efektif untuk memberantas hama/penyakit.
Metode kimia ; menggunakan bahan kimia beracun untuk memberantas hama/penyakit, cara ini cukup efektif. Akan tetapi, perlu hati-hati dalam memberikan obat pemberantas hama, agar tidak merusak lingkungan dan meracuni pekerja/pengguna taman.
Bahan : Obat pemberantas disesuaikan dengan jenis hama/ penyakit
1. lnsektisida : membunuh hama serangga
2. Akarisida : membasmi tungau
3. Rodentisida: pembunuh hama pengerat
4. Fungisida : membasmi jamur
5. Bakterisida : membunuh bakteri
6. Nematisida: membunuh cacing
7. Herbisida : membunuh gulma
Hama perusak tanaman yang dapat diberantas oleh pestisida digolongkan :
1.Hama perusak akar; nematoda, larva kumbang, larva lalat, kepik akar, kutu akar, rayap dan semut.
2.Hama perusak batang/cabang ; binatang pengerek, tikus.
3.Hama perusak daun; bangsa ulat, kumbang, belalang, thrips, kutu tumbuh-tumbuhan, kepik, sikeda, dan tungau.
4.Hama perusak buah; binatang pengerek buah, kepik, tikus.
Kapasitas pekerja
1.Penyemprotan pestisida pada tanaman penutup tanah dan semak dengan sprayer gendong seluas 500 m2/hari.
2.Penyemprotan pestisida pada pohon dengan sprayer gendong sebanyak 15 pohon/hari.
Tip
1.Pemberantasan hama dengan insektisida dilakukan setiap 1 minggu sekali, sampai tanaman bebas dari hama yang menyerang. Apabila serangan hama cukup berat, penyemprotan dapat dilakukan 2 kali seminggu.
2.Untuk pemberantasan penyakit tanaman, digunakan fungisida tiap 1 (satu) minggu sekali. Apabila penyakit tanaman sangat parah, sebaiknya tanaman dibongkar dan bekas lubang tanaman dibiarkan terbuka, agar terpapar sinar matahari (untuk beberapa lama), setelah itu tanaman ditanam kembali.
3.Apabila serangan penyakit tanaman dan serangan hama terjadi pada saat bersamaan, dapat dilakukan penyemprotan secara berganti-ganti menggunakan insektisida dan fungisida. Cara lain, insektisida dan fungisida dapat dicampur pada saat penyemprotan.
4.Daun mudah terbakar, jika penyemprotan tanaman dilakukan pada saat matahari bersinar dengan terik.
5.Penyemprotan harus merata pada seluruh bagian tanaman.
No comment for Seri Pemeliharaan Taman : Obat Pemberantasan Hama/Penyakit (7A)