95. Reka-Reka Karakter Karya Gunawan Tjahjono bab 22a : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 95. Reka-Reka Karakter Karya Gunawan Tjahjono bab 22a

95. Reka-Reka Karakter Karya Gunawan Tjahjono bab 22a

(247 Views) Agustus 14, 2022 2:05 am | Published by | No comment



Rasanya saya mulai paham karakter karya Gunawan. Bagaimana ia membentuk
ruang? Bagaimana memilih material? Bagaimana menghadirkan bangunan pada
tapak? Bagaimana pengunaan energi dan pemeliharaan bangunan? Semua
saya pelajari dari lima karya terbangun yang berbeda-beda peruntukannya :
rumah tinggal, rumah sewa, kantor, dan pastoran. Tentu saya harus pandai
menemukan karakter Gunawan karena ada pihak lain (klien) yang punya peran
yang cukup besar mengubah atau mengganti rancangan pada saat terbangun.
Perjalanan memahami karya itu tak mudah. Memperhatikan bangunan secara
seksama, memeriksa garis, bidang dan ruang, serta memikirkan kehadirannya.

Memeriksa material yang digunakan dan alasan pengunaannya. Memeriksa
gambar : denah, tapak, potongan. Kemudian apakah karakter karya tersebut
berhubungan dengan lingkungan masa kecil, keluarga, hobi, seseorang yang
dikagumi, pendidikan, gaya arsitektur arsitek dunia, dan lain sebagainya?
Saat awal penulisan buku ini, saya mengumpulkan banyak data tentang
Gunawan. Apa saja yang berkaitan dengan ia, saya cari dan kumpulkan. Entah
perlu. Entah tidak. Semua harus ada pada saat diperlukan. Mencari hasil
penelitian ke perpustakaan Fakultas Teknik. Mencari tulisan di majalah dan
jurnal. Wawancara murid, guru, asisten, dan klien. Bertanya pada Gunawan
buku yang bisa dipelajari untuk mengritik rancangannya dan ia meminjamkan
buku Architects on Architects. Arsitek satu mengritik karya arsitek lain. Saya
juga menemukan penelitian dengan judul Archetype and Some Key Works of
Atelier Enam, 2000. Bisa dijadikan referensi.



Gunawan meneliti karya arsitektur konsultan Atelier Enam, salah satu konsultan arsitektur yang menghasilkan karya yang signifikan di Indonesia, dan
mengaitkan karya tersebut dengan perancang utamanya. Tulisan ini ditulis
dalam Bahasa Inggris, tidak dipublikasi, hanya untuk perpustakaan, katanya
pada kata pengantar.

Ia berlandas pada konsep Archetype dari Jung untuk penelitian ini. Ada enam
karya yang dipilih dengan arsitek utamanya : 1. Masjid Said Naum di Jakarta
(Adhi Moersid) 2. Hotel Carita Beach (Adhi Moersid), 3. Nusa Dua Beach di Bali
(Darmawan) 4. LIPI di Jakarta (Darmawan) 5. Club Golf Bedugul (Robi Sularto),
dan 6. Executive Club Hilton -Hotel Sultan- Jakarta (Yuswadi Saliya).
Saya ambil salah satu contoh, silakan membaca.

Adhi Moersid spent his childhood and adolescent in the environment of
Kraton (Javanese palace) with some interruption when with his father to
other districts of urban, natural, or rural characters. Since he grew up in
a well-established environment with refine social order, encounter with
mountain was excited him. Mountain was strong and enigmatic which
needed to interpret endlessly.

The Kraton environment was the core full of values for its community. Such
complex reveals the microcosms whose order and atmosphere contain
meanings to be explored. The concept of cosmos derives various rules of
conduct, and worldview.

The rules include the order of space, despite space for the Javanese is not
a continuum, as that has been understood in the west. Space is a domain
of human activity in which a person finds his/her position in the world of
event and time. Accordingly, cosmos is mobile and alive. Building is part of
the cosmos and thus confines to its rule. Only by oblige to it a human can
dwell in and find his/her self.

Adhi Moersid applies this cosmological concept in Said Naum Mosque and
the main lobby of Carita Beach Hotel. Rotating the rooftop reveals this
effort. He employs this concept consciously from the vocabulary stored in
his mind. His act integrates two sides of the self. One side contains images
of his experience, while another reveals his spatial archetype which in this
case, the pyramid. (Gunawan Tjahjono, Archetype and Some Key Works of
Atelier Enam, hal.12-13, 2000)




No comment for 95. Reka-Reka Karakter Karya Gunawan Tjahjono bab 22a

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>