81. Rumah Batu Rumah Pribadi Gunawan Tjahjono 17d
(274 Views) Agustus 13, 2022 3:44 am | Published by Safitri ahmad | No comment
Suatu hari Gunawan mengatakannya,” Rumah itu punya dua wajah.” Saya
bingung. Tidak paham artinya.”Satu primitif. Satu modern,” katanya.
Mulai berpikir, mungkin yang bagian depan (yang berdinding batu) primitif.
Sedangkan bagian belakang ”Modern”. Saya benar-benar tidak mengetahui
kalau rumah itu punya dua sisi yang berbeda. Mana ya dua sisi yang berbeda
itu? Saya berputar putar mengelilingi rumah. Benar. Jika kita berdiri pada satu
titik ( di bagian Utara atau di bagian Selatan) akan terlihat jelas perbedaan itu.
Harus diberitahu dulu untuk menemukan perbedaan itu. Harus berputar putar
dulu menemukan perbedaan itu. Tamu masuk dari pintu depan (sisi primitif)
dan menganggap semua dinding dilapisi batu. Tidak melihat perbedaan itu.
Pasti tidak ”ngeh” bila tidak diberitahu.
Saya berdiri di tengah dua wajah. Membandingkan satu dengan yang lain. Satu
kasar dilapisi batu. Satu halus berlapis semen dan dicat. Lihat bagian atapnya.
Satu reng atap terpapar jelas, satu ditutup dan dicat warna putih. Ukuran
jendela sama, hanya berbeda rangka, yang satu kaca lebar dengan rangka
bagian pinggir. Yang lain rangka kayu membagi kaca menjadi beberapa bagian
secara vertikal dan horizontal. Ukuran ventilasi juga sama, bujur sangkar kecil
yang disusun segaris dan berulang. Sisi Selatan, area yang hidup, pintu gerbang,
keluar masuk tapak dan parkir kendaraan. Sedangkan sisi Barat jarang diakses.
Jika membandingkan sisi Barat dan Timur, lain lagi perbedaannya. Terdapat
ruang tambahan seperti kotak yang menempel pada rumah. Kotak yang berada
di sisi Barat (toilet lantai 1 dan 2) menerus sampai ke atas hampir mencapai
atap. Sedangkan kotak (ruang cuci) yang berada di sisi Timur terpotong hanya
pada lantai satu. Sisi Barat tidak ada jendela berbeda dengan sisi Selatan yang
berjendela banyak.
Rumah ini seperti kotak besar yang ditutup atap pelana. Jika dilihat dari
depan, terdapat empat kolom balok–menjulang menopang atap– yang tidak
menempel ke dinding rumah. Besar. Kuat. Kokoh. Gagah. Kasar. Namun ketika
bertemu dengan atap, sebagian sisinya terpotong meruncing dan menyesuaikan
diri dengan balok atap yang kecil dan ringan. Kolom-kolom itu menunjukkan
sifatnya. Menjaga. Menjaga rumah yang ada di belakangnya. Di sekeliling
kolom dan sisi rumah bagian Barat ditaburi batu. Batu besar, kasar, dan tajam.
Sekilas menyerupai benteng yang menahan serangan dari luar, melindungi
orang-orang yang ada di dalamnya.
Fasad rumah diselimuti material : batu, beton, kaca lebar, kayu, serta daun pintu kayu. Warna-warna yang tampil merupakan warna asli dari setiap
material, coklat tua dari kayu, hitam dari batu, abu-abu tua dari plur semen,
bening kaca, hijau daun, dan warna krem pada beton yang dicat. Gunawan
pernah mengatakan bahwa, sisi rumah luar jarang sekali dicat karena awet,
rupanya atap pelana mampu melindungi rumah dengan baik dari panas dan
hujan.
Di pintu, Gunawan merancang pintu dengan membuat jendela garis vertical
memanjang ke bawah. Di dinding beton : dua bidang dinding, di tengahnya
diberi celah vertikal memanjang dengan lebar kira-kira 15 cm dan ditempatkan
lampu fluorescence di dalamnya. Pada malam hari, tergambar garis-garis
cahaya dari luar atau dari dalam rumah (siang atau malam hari, cahaya
matahari atau cahaya buatan).
No comment for 81. Rumah Batu Rumah Pribadi Gunawan Tjahjono 17d