90 Renovasi Pastoran Gereja Theresia Jakarta bab 19d : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 90 Renovasi Pastoran Gereja Theresia Jakarta bab 19d

90 Renovasi Pastoran Gereja Theresia Jakarta bab 19d

(243 Views) Agustus 14, 2022 12:55 am | Published by | No comment



Mempelajari denah.
Bangunan itu berada di komplek Gereja Theresia, terletak di antara dua
bangunan (sekolah dan bangunan pastor). Untuk menyeimbangkan diri
dengan bangunan yang ada di sebelahnya maka pertama-tama Gunawan
membuat garis aksis (vertikal), kemudian garis bangunan yang bersinggungan
dengan bangunan di sebelahnya ditarik hingga mencapai garis aksis. Jarak
antar bangunan yang ada di sebelah kanan dan bangunan yang ada di sebelah
kiri, disesuaikan. Garis vertikal berikutnya bersandar dari pertemuan garis
bangunan paling depan dengan garis bangunan sisi kiri dan kanan. Disesuaikan
dengan dimensi kebutuhan ruang. Langkah berikutnya membuat garis-garis
horizontal : garis horizontal paling depan, segaris dengan bangunan yang ada
di sebelahnya, tidak mundur, tidak maju. Segaris. Setelah itu dibuat garis
belakang bangunan dan di antaranya, diperkirakan garis ruangan dan koridor.
Dari sini permainan dimulai.

Titik pertemuan garis horizontal dan vertikal menjadi patokan untuk
meletakkan struktur kolom. Peletakan kolom disesuaikan dengan besar
ruangan agar kolom tidak menggangu kegiatan di dalam ruangan.
Kolom yang berada pada sisi luar bangunan berbentuk tabung sedangkan
kolom yang berada di sisi dalam bangunan berbentuk balok. Bentuk kolom dan
penempatannya menjadi bagian dari arsitektur. Sengaja ditampilkan mencolok
dengan warna ungu di dalam bangunan. Sedangkan warna kolom di bagian luar
disesuaikan dengan warna fasad, krem.

Permainan struktur juga berpengaruh pada rancangan kolom pergola yang
salah satu kolomnya berbentuk tabung sedang yang lain berbentuk balok. Saya
sekarang paham kenapa, kolom pergola berbentuk tabung tidak terletak di
tengah atau dipinggir, jawabannya, karena kolom berbentuk tabung itu terletak
di garis aksis. Tidak semua orang seberuntung saya, mendapatkan denah dan
mendapatkan jawabannya dari denah. Jika tidak melihat denah, peletakan
kolom pergola yang peletakannya tidak di tengah dan di pinggir ini, akan
menjadi tanda tanya terus.



Untuk lantai 1, ruang publik dan ruang pribadi mulai terasa terpisah walau tak
terlalu tegas, artinya, semua ruang masih dapat diakses walau pintu masuk
ruang tamu sudah terpisah. Untuk area publik, lantai ini digunakan untuk
kegiatan administrasi, dan ruang tamu. Untuk area pribadi : kegiatan service,
ruang makan, ruang konsultasi, ruang adorasi.

Ada perbedaan antara bangunan dan gambar. Berdasarkan gambar, ruang cuci
terletak di sebelah dapur. Berderetan. Dapur. Ruang cuci (laundry) dan pintu
menuju ruang cuci dari luar bangunan (tidak dari dalam bangunan). Tapi pada
kenyataannya, ruang cuci dibuat khusus dan menempel ke bangunan. Ketika
saya sampaikan ke Gunawan, ia mengatakan “Mungkin mereka merasa ruang
dapur terlalu kecil sehingga memperbesar dengan memindahkan ruang cuci ke
luar.”

Lantai 2, semua ruangan dapat diakses untuk publik karena digunakan untuk
kegiatan belajar : ruang kelas, seminar, dan perpustakaan.
Lantai 3, ruang publik dan ruang pribadi dipisahkan secara tegas. Area pribadi
sama sekali tidak dapat diakses, malah dimanipulasi, terkesan tidak ada ruang
dibalik dinding itu. Lantai 3 digunakan untuk ruang rapat dan pantry untuk
area publik. Area pribadi untuk ruang tidur. Lantai 3, terletak di bawah atap
dan ruangannya lebih kecil dari lantai 2 karena dinding bagian depan ditarik ke
dalam agar tidak menabrak reng atap.

Ada yang berbeda antara bangunan dan gambar. Pada bangunan terdapat
balkon di lantai 3, sedangkan pada gambar saya tidak menemukan balkon
tapi gudang, toilet, dan tangga (sirkulasi). Balkon terletak di depan ruang
tidur pastor yang tidak dapat diakses untuk publik. Pada saat pembangunan
mungkin terjadi perubahan. Balkon yang di depan ruang tidur berubah menjadi
toilet.

Jika membaca gambar potongan, Gunawan masih menyisakan ruang untuk
gudang di atas ruang tidur, persis di bawah atap. Dari denah, atap pelan
digunakan tidak simetris yang depan dan belakang. Sisi belakang mengikuti
garis batas tapak.

Ini proyek renovasi, agar jejak bangunan lama tak hilang Gunawan menyisakan
lantai (dari ubin berwarna merah) yang menunjukkan “jejak” bangunan lama.
Tapi bagi saya yang baru pertama kali ke sana, tidak bisa membedakan “jejak”
yang dipertahankan itu. Saya menganggap itu bagian dari rancangan.




No comment for 90 Renovasi Pastoran Gereja Theresia Jakarta bab 19d

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>