66. sisi lain : Arsitek Gunawan Tjahjono 14c : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 66. sisi lain : Arsitek Gunawan Tjahjono 14c

66. sisi lain : Arsitek Gunawan Tjahjono 14c

(235 Views) Agustus 11, 2022 3:02 am | Published by | No comment



“Di Amerika kerja juga Pak?”
“Tidak, kata mereka, saya over qualified. Saya perlihatkan gambar. Lalu
mereka bilang, “Aduh kami tidak bisa terima kamu, over qualified, kalau lihat
gambarnya kamu tingkatnya sudah arsitek praktek, kami sudah punya, yang
kami butuhkan yang membantu gambar.”
“Pak Gun pulang karena harus bikin rektorat (Gedung Pusat Administrasi
Universitas)?”
“Bukan…bukan suruh bikin gedung rektorat, tapi suruh bikin master plan
kampus UI. Waktu itu saya sudah diterima di UC Berkeley, bisa langsung lanjut
ambil Ph.D. Suruh pulang ya pulang. Sambil ngomel. Bagaimana…?” Ekpresi
kesalnya dapat banget.

Harus pulang. Terpaksa.
“Tapi segala macam ada hikmahnya,” tambah Gunawan bijak.
“Saya waktu sekolah tahun pertama sudah diterima di Delft, satu minggu
sebelum berangkat sakit. Coba kalau saya jadi ke Delft, lain jadinya. Oleh
sebab itu, saya sangat yakin bahwa jalan hidup ada yang atur. Kalau di bagian
pendidikan saya pasti berhasil. Saya yakin. Kalau kerja di swasta (konsultan),
saya pasti kurang berhasil karena kantor-kantor tidak ada yang dibangun
dengan signifikan.”

“Sekembali dari UCLA, karena saya belajar urban
design maka dipercaya bikin master plan, bersama
Budi (Budi A. Sukada mantan Ketua IAI) dan Triatno
(Triatno Yudoharyoko, Guru Besar Arsitektur UI ke-3).
Kerja sama kami bertiga itu menghasilkan master plan
UI. Lalu, siapa yang mendesain bangunan. OK kalau
begitu, saya merancang rektorat. Triatno, Masjid. Dan
Budi, balairung.”
“Apakah master plan itu hanya dirancang oleh 3 orang itu?”
“Main thinker.”
“Tadinya begini, pak rektor minta yang penting ada citra Indonesia. Coba kamu
bertiga masing-masing bikin sketsa. Saya begini. Budi, begini. Triatno, begini.”



“Pak Dekan (alm.) Indrajit, waktu itu ingin dosen-dosen muda yang merancang,
Pak Wondo jadi design manager.”
“Kalau tidak diserahkan pada kami, pasti lainlah jadinya. Tidak akan begini.
Akan jadi kampus modern. Semua orang yang melihat sangat senang, karena
karakternya sangat kuat.”

Saya mencoba mengingat-ingat bentuk bangunan yang ada di kampus UI Depok.
Beberapa bangunan ada yang tidak mengikuti karakter yang dibuat Gunawan,
yang mengambarkan citra Indonesia, salah satunya perpustakaan FTUI.
“Beberapa bangunan menunjukkan kesan modern seperti perpustakaan FTUI,
berbeda dengan konsep master plan secara keseluruhan yang mencitrakan
Indonesia?” kata saya.

“Anda cuma lihat dari satu bangunan. Itu ada beberapa pelaksanaan yang tidak
sesuai dengan sayembara. Masih untung ada sayembara, yang disayembarakan
itu seperti kerei.”

“Setelah master plan UI selesai, kembali ke Berkeley, karena kampus (UC
Berkeley) sudah tulis surat, “Kalau Kamu tidak masuk sekarang, Kamu harus re-
apply,” karena itu ya, saya kembali ke Amerika.”
“Kembali dari Berkeley, tahu-tahu ada orang telepon, “Saya ini Budiman
(Budiman Hendropurnomo, direktur DCM, Jakarta) kita belum pernah ketemu.”
Jadi ia lihat gambar saya di Dakrea. Waktu saya pulang sebentar, saya
membantu (part time) di Dakrea.

Karena bunyinya sama maka,”Dakrea dan Kakrea, sama Pak?”
“Beda.”
“Saya pernah bikin sket yang tidak dibangun. Saat jadi konsultan di Dakrea,
dilihat oleh Budiman. Itu sebuah krematorium.”
“Setelah kembali dari UCLA, ada orang yang mencari pemikir, saya tidak usah
kerja. Saya cuma disuruh kasih konsep. Itu tadi krematorium. Yang punya ide
proyek adalah Wiliam Soerjadjaja, bos Astra (PT Astra International). Tapi itu
tidak dibangun. Konsepnya adalah api ketemu air. Api kan membakar mayat dan
perlu disiram oleh air. Itu yang dilihat Budiman. Ia terkesan. Saat saya kembali
(pulang dari Amerika), Ia telpon, minta join.”

Hm…bisa begitu, Gunawan bekerja di sebuah perusahaan hanya untuk
membuat konsep saja? Saya jadi ingat ketika mewawancarai Han Awal. Han
Awal masih ingat pertanyaan Gunawan puluhan tahun lalu, kepadanya.
“Pak Han Awal bilang ke saya, dulu Pak Gun pernah tanya apa kekurangan Pak
Gun. Pak Han menjawab, “Konsep.””




No comment for 66. sisi lain : Arsitek Gunawan Tjahjono 14c

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>