44. Murid bab 8f : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 44. Murid bab 8f

44. Murid bab 8f

(227 Views) Agustus 8, 2022 10:53 pm | Published by | No comment



Kemas belum pernah mengadakan riset bersama Gunawan, tapi mereka pernah
ikut sayembara Islamic Center di Tebet, Jakarta, atas nama Departemen
Arsitektur UI : Gunawan yang memimpin tim yang terdiri dari Kemas,Yandi,
Heri, Ferriyanto, dan Budi Sukada. Gunawan meminta setiap anggota untuk
menjelaskan konsep masing-masing, lalu ia mengarahkan dengan memberikan
beberapa preseden, contoh-contoh. Setelah mendapatkan konsep, Kemas, Yandi,
Gunawan dan Heri mewujudkan ide itu ke dalam bentuk rancangan. ”Di situ
kelihatan sekali bagaimana Pak Gunawan memberi pencerahan,” kesan Kemas.
”Cuma ada satu ide saya yang tidak disetujui Pak Gunawan. Kalau menurut Pak
Gunawan kurang bagus. Tapi saya berkeras karena menurut saya bagus. Jadi saya
masukkan saja, karena saya yang gambar, dan akhirnya Pak Gunawan mengalah,”
kata Kemas sambil tertawa kecil. ”Alasan saya cukup kuat. Saya tambahkan
”sesuatu” untuk memperkuat aksis di area itu. Kalau ide Pak Gunawan “Ini nggak
perlu.” Ternyata komentar juri justru sangat bagus. “Garisnya bagus dan sangat
kuat.” Jadi kelihatan Islamic Center nya dari situ. Kita akhirnya dapat juara tiga.”
“Ketika Pak Gunawan menduduki Ketua Departemen Arsitektur ia melakukan
perubahan-perubahan mendasar. Mengubah ruang dosen yang tadinya
berbentuk ruang-ruang kecil tertutup menjadi terbuka,” info Kemas. Saat ini,
antara ruang kerja dosen satu dengan dosen yang lain, dibatasi partisi setinggi
dada orang dewasa sehingga mudah dilihat apakah dosen yang bersangkutan ada
di ruangannya atau tidak.

”Pak Gunawan bukan seorang yang untouchable, tapi ia pribadi yang sangat
terbuka, dan sangat mengayomi dosen-dosen muda. Kita bebas berdiskusi, kapan
saja dan beliau any time gampang dihubungi. Konsentrasinya riset dan mengajar.
Seorang figur yang cukup mencerahkan bagi saya. Beliau meng-encourage kita
untuk riset melalui menulis paper misalnya, karena dalam menulis paper kita kan



melakukan riset. Beliau bisa memotivasi orang. Memberi pandangan. Kadang-
kadang kalau kita perlu nasehat, beliau kasih. Ya, kita sangat terbuka. Enak
ngobrol dengan beliau,” ungkap Kemas.
Gunawan terkadang meminta kritik dari Kemas, dan tentu ia senang memberikan
kritik karena diminta. Menurut ia, Gunawan terlalu mendominasi atau
dominan terhadap suatu hal. Karena memang punya kemampuan untuk itu.
Kadang-kadang subjektif. Misalnya, menurut Gunawan mahasiswi lebih dalam
pemikirannya dan lebih rajin. Kalau laki-laki selalu berfikiran secara teknis.
”Kalau yang wanita pikirannya, suka nyambung dengan Pak Gunawan. Kalau laki-
laki, teknis dan suka nggak sampai cara berpikirnya (tidak paham), apa yang Pak
Gunawan maksud.”

Apakah Gunawan menerima kritik itu? ”Kalau ia minta kritik, ia terima, dan tidak
bela diri.”
”Figur Pak Gunawan sangat fenomenal di departemen arsitektur, di antara
mantan murid- muridnya, dan dosen, walau banyak yang pro dan kontra dengan
sepak terjang dan kebijakan yang ia ambil. Artinya kita ingin suatu perubahan.
Tapi memang tidak semudah membalik telapak tangan, seperti yang kita
inginkan. Banyak juga yang tidak sependapat dengan beliau. kalau saya lihat, Pak
Gunawan cukup bijak merespon itu.”

Kemas berpendapat Gunawan mampu menilai karakter dan kelebihan masing-
masing mahasiswanya. ”Beliau punya pandangan sendiri terhadap masing-masing
mahasiswanya. Beliau bisa menilai, si A tipenya begini. Atau si B begitu. Ia
paham betul. Ia mungkin punya sense psikologi tipikal juga. Atau mungkin dari
background-nya (antropologi) jadi ia bisa menilai orang itu seperti apa. Jika ada
yang tidak sesuai, Gunawan melakukannya dengan bijak, tidak berkesan terlalu
menjelekkan orang atau mengritik orang. Akan tetapi kalau sudah kagum sama
orang, beliau akan puji terus, mungkin ini kelemahan juga,” pendapat Kemas.
Saya hanya menganguk-anguk, bukan berarti setuju.
Apa penilaian Gunawan tentang Kemas? ”Pak Gunawan melihat saya lebih ke
organisatoris,” jelas Kemas. Terbukti sekarang ia menjadi Ketua Departemen
Arsitektur.
Kalau saya? Apa penilaian Gunawan tentang saya?




No comment for 44. Murid bab 8f

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>