Seri Pemeliharaan Taman : Pencegahan dan Pemberantasan Hama/Penyakit (7) : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Seri Pemeliharaan » Seri Pemeliharaan Taman : Pencegahan dan Pemberantasan Hama/Penyakit (7) » Seri Pemeliharaan Taman : Pencegahan dan Pemberantasan Hama/Penyakit (7)

Seri Pemeliharaan Taman : Pencegahan dan Pemberantasan Hama/Penyakit (7)

(768 Views) Desember 31, 2016 1:14 pm | Published by | No comment



Tujuan pencegahan dan pemberantasan hama/penyakit adalah mencegah terjadinya gangguan hama, dan penyakit lain yang merugikan tanaman dan pengguna taman.

Peralatan
1.Alat penyemprot hama
2.Masker
3.Sarung tangan
4.Kaca mata
5.Pakaian seragam dengan wama mencolok dan menggunakan topi.
6.Sprayer manual
7.Power sprayer
8.Alat ukur obat pemberantasan hama



Standar operasional

1.Siapkan alat dan alat pelindung diri yang diperlukan dan kenakan dengan seksama.
2.Lakukan pengendalian hama berdasarkan metode fisik dan kimiawi sesuai kebutuhan.

Pengendalian secara fisik
Pengendalian secara fisik, memanipulasi faktor fisik (suhu, kelembaban, pencahayaan) yang berlawanan (kontradiksi) dengan persyaratan pertumbuhan hama dan penyakit.
Mengatur jenis dan penempatan tanaman.
Meningkatkan daya tahan tanaman.

Pengendalian secara fisik antara lain :

1.Memasang lampu perangkap serangga di malam hari, sehingga hama dapat dicegah penyebaran.
2.Memberi umpan kepada hama di tempat tertentu, sehingga mudah dikumpulkan. Setelah mati dapat segera dimusnahkan.
3.Menghindari penyiraman tanaman di sore hari (di daerah dengan kelembaban udara tinggi), untuk mencegah tumbuh dan berkembangnya cendawan.
4.Menggemburkan tanah sekitar tanaman, untuk memperbaiki pengudaraan daerah perakaran, pemupukan, penyiangan intensif, dan sekaligus membunuh hama.
5.Hindari jarak tanam yang terlalu rapat, pada jenis tanaman yang sama.

Pengendalian secara kimiawi

Menggunakan bahan kimia beracun untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. Cara ini harus dilakukan secara hati-hati, agar tidak membahayakan lingkungan dan pekerja.

Prosedur pengendalian secara kimiawi:

1.Lakukan identifikasi serangan hama dan penyakit.
2.Pilih dan tentukan bahan kimia dengan tepat (teliti pada label atau petunjuk dalam kemasan). Pilih bahan kimia yang paling ringan dan mudah terurai di alam.
3.Siapkan bahan kimia dengan dosis yang tepat.
4.Siapkan alat / mesin penyemprot dan bahan bakar (khusus untuk power sprayer).
5.Siapkan obat pembasmi hama dan alat ukur.
6.Lakukan kalibrasi/penakaran obat sesuai dosis anjuran (terdapat pada label kemasan).
7.Siapkan alat pelindung diri yang diperlukan dan kenakan dengan seksama.
8.Hidupkan alat dan lakukan penyemprotan searah dengan angin.
9.Penyemprotan di area yang bebas dari kegiatan dan lalu lalang pekerja/penguna taman.
10.Dilarang keras menyentuh makanan atau merokok pada saat melakukan penyemprotan.
11.Apabila terjadi masalah dengan alat spreader, segera hentikan dan lakukan perbaikan. Jika kerusakan alat cukup berat, lakukan perbaikan di workshop , hingga alat berfungsi kembali.
12.Selesai pekerjaan, seluruh perlengkapan kerja dan alat pelindung diri dicuci dan dikeringkan, kemudian disimpan di lokasi yang telah ditentukan.
13.Bersihkan diri dan ganti semua pakaian yang dikenakan untuk mencegah keracunan.
14.Setiap minggu, pekerja diberi susu murni untuk menetralisir racun obat anti hama yang mungkin masuk ke dalam tubuh karena terhirup atau tertelan.



No comment for Seri Pemeliharaan Taman : Pencegahan dan Pemberantasan Hama/Penyakit (7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>