56. Klien Gunawan Tjahjono bab 11c Wisnadi Sunanto dan Andrina Kustiwulan : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 56. Klien Gunawan Tjahjono bab 11c Wisnadi Sunanto dan Andrina Kustiwulan

56. Klien Gunawan Tjahjono bab 11c Wisnadi Sunanto dan Andrina Kustiwulan

(298 Views) Agustus 10, 2022 11:53 pm | Published by | No comment



Wisnadi Sunanto biasa dipanggil Wisnu merupakan putra bungsu dari pasangan
Titi dan Soenanto. Ia dan istrinya Tiwu (Andrina Kustiwulan), mendapat
giliran terakhir, yang rumahnya dirancang oleh Gunawan. Setelah sebelumnya
Gunawan merancang rumah untuk dua orang kakaknya.

Saya mengunjungi rumah Wisnu dan Tiwu, saat datang, tuan rumah masih di
jalan, on the way menuju rumah, untung ada Ibu Wisnu, Titi, yang sudah saya
wawancarai sebelumnya. Ia mempersilakan masuk dan melihat-lihat rumah
diantar pengurus rumah. Tentu saja saya senang, mulai deh menjelajahi rumah
sampai atap, kecuali kamar.

Agak surprised menemukan atap datar. Kemana atap pelana yang selalu ada
pada setiap rancangan Gunawan? Yang bikin menarik, sebelum sampai pada
atap yang paling atas kita harus melewati dua atap datar lainnya. Atap ini
bertingkat. Untuk mencapai atap paling atas, harus menaiki tangga kayu yang
bisa dipindah-pindah untuk digunakan lagi, menaiki atap berikutnya. Untuk
menaiki atap, saya harus melewati dinding beton horizontal bagian atas, harus
merunduk-runduk agar kepala tak terantuk dinding itu, walau jarak antar atap
hanya 1.5 meter. Gunawan banget. Selalu bikin susah.

Saya ingin sekali memotret lapisan atap itu, agar terlihat tiga lapisan atap dari
atas sampai bawah. Ketika dicoba, hanya tertangkap dua lapisan di dalam
kamera. Sempat terpikir, jika berdiri di salah satu dinding, dengan ketinggian
1.5 meter itu, mungkin tiga lapisan atap tertangkap kamera, tapi saya tak
berani melakukannya, takut jatuh.

Saat, Tiwu datang, ia mengajak melihat kamar anak perempuan, kamar anak
laki-laki, dan kamar orang tua yang ada di lantai 3. Saya menemukan karakter
Gunawan yang lain lagi. Langit-langit tinggi, menjulur kabel lampu panjang
dari atas langit-langit dengan lampu di ujungnya. Yang pertama kali terpikir,
bagaimana mengganti lampu itu jika mati? Membutuhkan tangga panjang
dengan dua kaki, karena tak mungkin bersender ke dinding, karena lampunya
terletak di tengah ruangan.



Saya pernah bertanya, kenapa ia suka sekali meletakkan lampu di tengah
ruangan di bawah langit-langit yang tinggi itu, masalahnya, mengganti lampu
gantung yang tinggi itu pasti tak mudah. Jawabannya,”Lampu harus terletak di tengah, agar bisa menerangi seluruh ruangan.”

“Pak Gunawan belum pernah merancang rumah kecil. Ini tantangan,” kata
Tiwu. Apalagi rumah ini berada di kawasan perumahan yang mempunyai aturan
main tersendiri, tinggi bangunan harus sama dengan bangunan yang ada di
sekitarnya, 11 meter. Harus ada halaman depan dan halaman belakang. Jarak
bangunan dari jalan, 3 meter.

Perancangan dimulai tahun 2007, pembangunan 2008, dan ditempati tahun
2009 sampai sekarang. Ada beberapa bagian yang belum dikerjakan sesuai
gambar, misalnya taman atap (roof garden), tangga lipat dari besi antar atap,
lapisan kayu di atas railing besi (tangga dalam) yang berbentuk melengkung.

Kata Tiwu, pada kedatangan pertama, ia mendapat pertanyaan,”Suka memasak
atau tidak?” Waktu itu ia belum memutuskan apakah akan menyukai kegiatan
memasak atau tidak. Pertanyaan berikutnya,”Inginnya seperti apa?” Tiwu
ingin, ruang satu dengan ruang lain dekat, lebih praktis, kalau tidak ada
pembantu bisa membersihkan rumah dengan mudah, dan berharap rumah
bisa memberi kontribusi pada lingkungan, hemat energi, terutama untuk
penggunaan AC dan lampu.

Cocok dengan konsep Gunawan, ia memang suka
arsitektur hemat energi, rumah pribadinya (Beji) tidak menggunakan AC, rumah
sewa Paseban dan renovasi Pastoran Theresia, sebenarnya juga dikondisikan
tanpa AC, tapi kebutuhan penghuni yang ingin ruangan yang lebih dingin,
menyebabkan mereka tetap memasang AC. Yang pasti, siang hari mereka tidak
perlu menyalakan lampu karena ruangan penuh dengan sinar matahari.
Gunawan menawarkan rancangan dengan roof garden (taman atap). Tiwu
langsung setuju. Wisnu agak keberatan, karena memikirkan biaya perawatan
dan khawatir kalau ada yang bocor, tentu akan menganggu struktur bangunan,
tapi Gunawan menyarankan, “Coba saja.”




No comment for 56. Klien Gunawan Tjahjono bab 11c Wisnadi Sunanto dan Andrina Kustiwulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>