94.Desain Rumah Wisnu bab 21b : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 94.Desain Rumah Wisnu bab 21b

94.Desain Rumah Wisnu bab 21b

(249 Views) Agustus 14, 2022 2:03 am | Published by | No comment



Terlihat perbedaan besar antara fasad depan (bangunan) dan di bagian
belakang. Pada fasad depan bangunan, lantai 2 dan 3, bangunan ditutup
dengan dinding beton masif (dengan sedikit jendela dengan garis-garis seperti
bambu). Fasad belakang, menggunakan kaca lebar dengan bingkai kayu. Fasad
belakang di lantai 1 dan 2, berdinding kaca, karena berhubungan dengan ruang
keluarga baik di lantai 1 maupun lantai 2. Di lantai 3, dinding beton dengan
tiga jendela kaca, karena dibaliknya kamar utama.

Gunawan menutup area pribadi (lantai 2 dan 3) dari pandangan luar (dari jalan)
dan memberi bukaan untuk area umum/semi pribadi (lantai 1).
Dari ruang keluarga, saya menuju kamar anak. Tiwu menyebut dua kamar itu,
kamar biru dan kamar pink. Maksudnya, kamar pink, untuk anak perempuan
dan kamar biru untuk anak laki-laki.

Saya memasuki kamar pink, mata tertuju pada jendela garis-garis miring itu,
sinar yang melewati kaca memantul di lantai, seakan-akan terbentuk dua
segitiga sama kaki, satu berasal dari jendela garis-garis miring itu, satu lagi
pantulannya, di lantai. Jadi ingat rumah sewa Paseban, konsepnya sama,
memasukkan sinar matahari dan memberikan efek pantulan di dalam ruangan,
melalui (rancangan) jendela (berbentuk garis miring seperti bambu atau kotak
kecil-kecil dengan kaca warna-warni), tertempel di lantai atau di dinding
ruangan. Beda bukan jika jendela lebar, semua cahaya masuk memenuhi
ruangan.

Di bagian atas kamar anak, terdapat jendela yang berbentuk persegi panjang
horizontal. Sisi luarnya ada di sebelah mana? Tak terlihat dari jalan. Baru
terpikir bahwa jendela itu terbentuk dari celah lapisan lantai 2 dan 3, tidak terlihat dari jalan. Jendela itu tertutup dinding lantai 3 fasad bagian
depan.

Kamar lantai 3 terletak menjorok ke bagian dalam, terlihat dari kamar anak
di bagian bawah. Langit-langit kamar anak sebagian pendek sebagian sangat
tinggi. Langit-langit yang agak pendek merupakan bagian dari kamar di lantai-3.
Untuk lebih meyakinkan saya perlu membaca denah yang dibuat Gunawan.
Ketemu satu lagi khas gaya Gunawan, selalu memanfaatkan ruang yang ada di
bawah atap.



Fasad lantai 3 yang maju 1 meter ke arah jalan digunakan untuk taman atap.
Dinding beton yang lebar itu merupakan taman atap lapisan pertama. Untuk
menyeiramakan dengan dinding fasad lantai 2, Gunawan membuat garis miring
yang sama. Akan tetapi tidak dari kaca, hanya berbeda warna. Begitu juga
lapisan berikutnya, sampai taman paling atas.

Ada beberapa perbedaan antara gambar dan bangunan. Pada gambar,
sebagian dinding ruang tamu menjorok ke dalam kamar tamu (area dinding itu
berbagi peruntukannya untuk kursi ruang tamu dan lemari kamar tidur). Pada
bangunan, satu dinding lurus.

Perbedaan lain : jenjang taman atap ada 9 tingkat. Jalur sirkulasi menuju taman
atap dari rumah, di mulai dari tengah, menurun ke arah kiri dan naik ke arah
kanan. Pada denah seperti tanda panah, ujung panah, pintu menuju taman
atap. Pada bangunan, taman atap hanya tiga jenjang dengan bidang lebar,
mengikuti irama fasad lantai 2.

Ruang keluarga merupakan pusat kegiatan, berada di tengah ruangan.
Sedangkan ruangnya lain menyebar di sudut ruangan : kamar, dapur, dan toilet.
Ada dinding yang membatasi pandangan tamu ke ruang keluarga.
Rumah terletak di kawasan perumahan, dengan luas tanah, 8 m x 18.5 m,
ukuran kavling yang biasa tersedia. Walau sudah diutak-atik, tentu pola ruang
sulit dikembangkan, karena luas tanah yang terbatas.

Pada area tertentu, Gunawan menggunakan garis miring, misalnya di teras
belakang, alasannya, garis miring menyebabkan sebagian area menjadi lebih
lebih lebar sedangkan sebagian yang lain menjadi sempit. Area teras yang lebih
lebar, lebih banyak pergerakan (lalu lalang) dibanding area teras yang lebar.

sempit. Di area yang lebih lebar terdapat pergerakan menuju kamar, ruang
keluarga dan tangga menuju lantai 2. Sedangkan teras dengan lebar yang
lebih kecil hanya dari taman ke ruang keluarga. Masing-masing (pada area
teras yang lebar dan teras yang lebih sempit) mempunyai satu pintu. Artinya
pada dinding itu Gunawan membuat dua pintu. Ia memikirkan keefektifan
pergerakan.

Untuk pertama kali saya tidak menemukan batu alam tertempel di dinding,
seperti rancangan Gunawan yang lain. Kali ini ia menggunakan material besi
pada railing tangga dan ornamen dinding ruang tamu, yang berfungsi tidak
hanya menjadi pembatas antara ruang tamu dan ruang luar (garasi) tapi
menjadi ornamen kontemporer yang menarik.




No comment for 94.Desain Rumah Wisnu bab 21b

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>