83. Rumah Batu Rumah Pribadi Gunawan Tjahjono 17f
(237 Views) Agustus 13, 2022 3:50 am | Published by Safitri ahmad | No comment
Ada beberapa detil rumah yang dirancang khusus, misalnya gagang/pegangan
pintu yang terbuat dari kayu berbentuk tabung. Tiang jemuran. Daun jendela.
Pergola di halaman belakang. Tangga dan railing tangga yang terbuat dari kayu.
Railing tangga di bagian bawahnya digunakan untuk rak-rak buku. Lemari
kayu, bak potongan papan yang disatukan menjadi lemari. Meja dan kursi di
ruang tamu dan ruang keluarga. Semua dipikirkan dan dirancang sesuai konsep
arsitektur rumah.
Mengkritisi rumah batu, tidak hanya datang, melihat dan merasakan ruang-
ruang yang ada, tapi harus pandai membaca gambar. Keduanya saling mengisi.
Ada hal yang tidak saya pahami walaupun sudah melihat dan merasakan ruang
yang ada, namun setelah melihat gambar menjadi paham alasan pembentukan
ruang.
Urutan gambar yang dibuat Gunawan teratur dan berurutan, di mulai dari
gambar konsep, denah, tampak, dan potongan, saya mudah membacanya.
Mudah menghubungkan antara gambar konsep hingga bentuk rumah. Sejalan.
Bentuk tapak memanjang (Utara – Selatan) dan hanya seperlima bagian yang
dibangun, mendekat ke jalan. Rumah berbentuk bujur sangkar itu dibagi
dua: primitif dan modern. Primitif menghadap ke jalan. Kasar. Sedangkan
modern ke arah halaman belakang. Halus. Pembagian primitif modern juga
menggambarkan masa lalu dan masa yang akan datang.
Lingkungan kota ( –urban- di luar tapak) dan lingkungan hijau (-wilderness-
di dalam tapak). Lingkungan di luar tapak akan berkembang dan terus
berkembang dan tidak dikendalikan. Sedangkan lingkungan hijau yang menjadi bagian dari tapak akan selalu dapat dipertahankan, karena milik pribadi.
Untuk arah Timur dan Barat, Gunawan membagi menjadi tenggelam (sunset)
dan terbit (sunrise). Berdasarkan perputaran matahari yang terbit di sebelah
Timur dan tenggelam di sebelah Barat.
Denah rumah berbentuk bujur sangkar, sederhana. Sistim grid digunakan
untuk membentuk ruang –ruang di dalamnya : ruang tamu, ruang keluarga,
kamar, semua menggunakan garis tegak lurus, tapi satu garis di ruang tamu
dimiringkan (menghadap ke jalan), entah apa alasannya.
Pada gambar, garis kolom dari arah Barat – Timur menopang rumah. Garis
kolom dari arah Utara – Selatan menopang pergola (di depan rumah). Kolom-
kolom pergola merupakan terusan dari kolom struktur rumah. Satu garis.
Kolom struktur terletak di sekeliling bangunan, menyatu dengan dinding,
tersamar. Ada dua kolom di bagian tengah, sebelah tangga.
Rumah ini terdiri dari tiga lantai : 1) Lantai dasar. 2) Lantai atas. 3) Loteng
(attic). Atau 1) Lantai pertama. 2) Lantai kedua. 3) Loteng (attic). Ada tahapan
kegiatan pada setiap lantai : Lantai pertama untuk bekerja, lantai kedua untuk
beristirahat, dan lantai ketiga loteng (attic) untuk kontemplasi.
Lantai pertama dibagi menjadi empat area, di bagian tengah dijadikan sirkulasi
antar lantai (pertama dan kedua).
1. Ruang tamu
2. Ruang keluarga
3. dapur
4. ruang makan
5. ruang kerja
6. ruang kegiatan (membaca, menulis, berdiskusi, dan sebagainya)
Sedangkan lantai dua sama dengan lantai pertama, juga dibagi menjadi empat
bagian:
1. kamar utama
2. kamar anak perempuan
3. kamar anak laki-laki (sulung)
4. ruang nonton TV
Loteng (attic) dibagi dua ruangan yang dibatasi oleh jembatan
1. ruang kontemplasi
2. ruang cadangan
3. kamar tidur anak laki-laki (bungsu)
No comment for 83. Rumah Batu Rumah Pribadi Gunawan Tjahjono 17f