58. Klien Gunawan Tjahjono bab 11e : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 58. Klien Gunawan Tjahjono bab 11e

58. Klien Gunawan Tjahjono bab 11e

(232 Views) Agustus 10, 2022 11:59 pm | Published by | No comment



Hasil pekerjaannya bagus. Saya perhatikan baik-baik liukan besinya
satu demi satu. Liukan besinya halus, dan saya yakin sesuai gambar.
“Luasnya tanahnya 148 m2, 8 x 18.5 m2. Kesannya dari luar kecil tapi kalau
sudah di dalam rasanya luas, karena ada satu dinding yang miring,” kata Tiwu,
sambil menunjuk dinding yang membatasi ruang keluarga dan toilet lantai
satu itu. Saya langsung berdiri dari kursi tamu dan berjalan ke arah dalam
memperhatikan dinding miring yang dimaksud. Mata saya mengarah ke lantai.
Untung lantainya kotak-kotak, sehingga dinding yang miring itu langsung
terlihat. Dinding pembatas ruang keluarga dan toilet.

Pikiran langsung melayang pada toilet dari lantai 1, lantai 2, dan lantai 3. Pasti
dinding miring itu sampai lantai 3. Kesan yang ditampilkan oleh dinding itu
berbeda-beda pada setiap lantai, terutama pada lantai 1 dan lantai 3. Pada
lantai satu, dinding miring untuk memanipulasi luas ruangan. Jika kita berdiri
dari ruang tamu, pandangan tidak tertuju pada dinding, tapi pada ruangan.

Jika dinding itu tidak dimiringkan, pandangan akan terhambat oleh dinding
sehingga ruangan yang tampak terasa sempit. Gunawan mempermainkan
visualisasi, cara orang memandang ruang dari satu titik, sehingga kesan yang
ditangkap dari ruang yang sama akan menimbulkan perasaan berbeda.
Di lantai 3, dinding miring itu berada di dalam kamar orang tua, terbuat dari
kaca, pembatas antara toilet dan kamar, kesannya toilet menjadi bagian dari
kamar.



Selama dua tahun menempati, apakah Tiwu dan Wisnu menginginkan 127 KlIEN
perubahan? Mengurangi ruangan atau menambahnya? Tiwu memperhatikan
rumahnya sebentar, “Tidak ya…tidak ada yang ingin diubah. Kebutuhannya
sudah lebih dari cukup. Buat saya rumah ini terlalu besar, karena harus 11
meter tingginya, jadi dapatnya 3 lantai.

Kalau menurut saya, lantai 1 ini sudah
fungsional banget. Rumah ini simpel, terbuka, semua terasa pas, tempat
tidurnya pas, tidak kecil, tidak terlalu besar, pas saja. Semua berada pada
tempatnya. Mungkin akan ditambah mezzanine di atas kamar anak laki-laki dan
wanita, untuk ruang bermain dan membaca, Pak Gunawan setuju,” kata Tiwu.
Gunawan cukup visioner, tahun 2007 belum banyak rumah yang menggunakan
rancangan roof garden, biasanya roof garden untuk perkantoran dan hotel.

Apalagi rancangan roof garden yang diterapkan berupa jenjang, ada tiga
lapisan atap sebelum sampai pada roof garden utama yang terdapat pada
atap paling atas. “Yang menarik dari Pak Gunawan, konsepnya 2-3 tahun lebih
dulu. Jadi orang-orang baru kepikiran, kita sudah bikin. Roof garden untuk
rumah pada saat itu belum tren. Apalagi yang bertingkat seperti ini, belum
ada,” tambah Wisnu. Keluarga besar Tiwu dan Wisnu, tiap pergantian tahun
berkumpul di roof garden, melihat pemandangan Jakarta dari atas rumah
mereka, menyaksikan kembang api di malam tahun baru di kawasan Pondok
Indah.
“Pak Gun juga bilang, jangan mengikuti tren, sesuai yang kita mau saja,” kata
Tiwu.




No comment for 58. Klien Gunawan Tjahjono bab 11e

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>