27. Tema yang Utama bab 5d : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 27. Tema yang Utama bab 5d

27. Tema yang Utama bab 5d

(204 Views) Agustus 7, 2022 11:28 pm | Published by | No comment



”Yang ke-dua, sekolah harus mencerminkan kota. Oleh karena itu, mulailah
dengan jalan. Bagaimana manusia berkumpul? Mereka keluar dari rumah,
menuju jalan, lalu bermuara menjadi plaza. Mahasiswa harus tahu tipe itu dulu.
Kalau tidak. Tidak bisa.”
”Bagaimana melatih kepekaan terhadap bentukan ruang yang akan dirancang?”
”Saya mesti menantang mahasiswa untuk menceritakan kesan mereka terhadap
ruang, sehingga memiliki kepekaan itu. Ia harus merasakan ruangan pada
bangunan, menggambarkan tempat itu, menjelaskan sampai tuntas. Membuat
narasi. Mereka harus mampu membuat ruangan yang pernah mereka rasakan
itu ngomong (bicara).”
”Cara lain, saya memberikan kasus, dan meminta mahasiswa menunjukkan
”sesuatu” yang tidak tepat, di mulai dari rumah dan lingkungan. Mahasiswa
harus mencermati, menggambarkan fakta sedetil-detilnya, kalau tidak, mereka
tidak bisa mengajukan pertanyaan deontic.”

”Selain merasakan ruang, apalagi cara melatih kepekaan Pak?”
”Banyak baca dapat membantu vocabulary kamu. Kamu pilih salah satu dari
sifat institusi yang kamu desain itu untuk ditampilkan. Anda bisa mulai dari
site. Bisa mulai dari kegiatannya. Ada orang yang ingin mulai dari wonder, ya
mulai dengan wonder. Ia menguraikan segala sesuatu, yang bisa membuat
orang ingin tahu. Kontras yang tinggi. Ada yang ingin memberikan surprise.”
”Anda harus menemukan ”kata kunci” untuk merancang, kalau tidak, akan
kesulitan. ”
”Bila Pak Gun berharap saya akan berpikir seperti itu, dengan jadual studio
yang padat, waktunya tidak akan cukup untuk memikirkan semua hal?”
”Iya memang,” jawab Gunawan membenarkan.
”Itu yang saya maksud. Bila bekerja dengan cara pikir dan cara kerja Pak Gun,
maka saya tidak akan mempunyai cukup waktu untuk melakukan semuanya?”
”Masa?” jawab Gunawan lagi tak yakin.
Gunawan berpikir dan menimbang-nimbang.
”Cukup.” Jawabnya meyakinkan diri sendiri bahwa perhitungannya benar dan
tidak meleset.



”Pak Gun memakai cara pikir Pak Gun, bukan cara pikir mahasiswa yang baru
belajar merancang. Jelas beda. Jelas jauh berbeda tepatnya?”
”Tidak.”
”Artinya kalau saya yang melakukan, pasti waktunya lebih pendek. Maksudnya
sepertiga waktu mereka atau bahkan seperempat waktu mereka. Itu yang
menjadi ukuran kalau mereka dikasih 4 kali waktu saya mestinya ia bisa.”
”Jika setiap hari Anda kerja kira-kira 14 jam. Itu tidak terlalu banyak bila
dibandingkan dengan Foster (arsitek). Foster mulai kerja pukul 6 pagi sampai
pukul 11 malam. Ia bekerja 17 jam, mengoyahkan pegawai-pegawainya dengan
pemikiran yang setiap saat berubah,” cerita Gunawan bersemangat. Ia selalu
senang dengan pekerja keras.

Sebagian besar mahasiswa memilih jalur ringkas untuk menentukan ukuran
ruang. Ambil buku Data Arsitek yang memuat segala dimensi ruang, tinggal
dipilih, misalnya dimensi ruang tamu, langsung dimasukkan ke rancangan.
Beres. Cepat. Sedangkan Gunawan menuntut mahasiswanya memikirkan
dimensi ruang berdasarkan kebutuhan penguna dan perkiraan kondisi yang
nyaman. Kemampuan kepekaan rasa terhadap dimensi ruangan sangat
dibutuhkan dan tentu memakan waktu.
”Pak Gun berharap mahasiswa mampu menghitung jarak/luas ruang dalam
keterbangunan bukan berdasarkan data (buku Data Arsitek) tetapi berdasarkan
pengalaman ruang?”

”Sebagian. Untuk yang terakhir saya tidak mengarahkan sebanyak itu.
Karena untuk merasakan, mereka pada mata ajar pengantar arsitektur
sudah dibiasakan. Kami bawa ke kota. Jadi mereka bisa merasakan. Jadi itu
sebenarnya sudah lewat, tapi untuk melaksanakan dalam perancangan itu perlu
jam terbang. Tidak mudah sih.”
”Bagaimana dengan presentasi?”
”Ya, penyajian (presentasi) juga banyak yang kritik sih. Ada beberapa yang
lumayan, ada beberapa yang kurang. Secara overall mereka dituntut untuk
mempresentasikan karya mereka seperti presentasi ke TPAK.”
”Bagaimana cara Pak Gun menakar waktu sebuah kegiatan?”
”Semua ada waktunya, tipologi makan waktu, sampai tahap tipologi banyak
yang hasilnya cukup baik ”.




No comment for 27. Tema yang Utama bab 5d

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>