78. Rumah Batu Rumah Pribadi Gunawan Tjahjono 17a : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUKU PROF. GUNAWAN TJAHJONO » 78. Rumah Batu Rumah Pribadi Gunawan Tjahjono 17a

78. Rumah Batu Rumah Pribadi Gunawan Tjahjono 17a

(210 Views) Agustus 13, 2022 3:38 am | Published by | No comment



Sudah tradisi bahwa ujian akhir semester mata ajar Kota dan Perkembangan
untuk Strata Dua (S2) Kajian Pengembangan Perkotaan, bertempat di rumah
Gunawan, Beji, Depok. Sesampai di sana, sepertinya rumah ini bukan sesuatu
yang asing. Saya pernah lihat di majalah, tapi lupa nama majalahnya. Pasti di
majalah karena saya belum pernah sekalipun melewati rumah ini. Jangankan
melewati rumah, melewati area itu saja tidak pernah.
Begitu juga Novi, teman kuliah dari Kupang. Begitu turun dari kendaraan,
berjalan beberapa langkah, berhenti dan terdiam memperhatikan. Tak sengaja
saya lihat sikap itu. Heran. Kenapa?

“Ada apa Nov?”
“Saya pernah lihat rumah ini di majalah, saya suka sekali, dan tidak mengira
kalau sekarang saya ada di sini,” kata Novi senang. Girang. Ia tidak bisa
menyembunyikan rasa itu.

Pasti ia tak menyangka bahwa itu, rumah dosennya.
Gunawan menyambut kami di pintu rumah. Rumah berlapis batu. Lapisan
dinding luar dan dalam. Maaf hanya dinding ruang tamu, yang berlapis batu.
Di luar batunya lebih besar, di dalam, di ruang tamu lebih kecil. Kursi tamu,
menempel di dinding. Masuk ke ruang keluarga.

Ruang keluarga sangat lapang, tapi jika diperhatikan, ruangan ini terdiri dari
beberapa fungsi yang terbaca dari furniturnya : Ruang kerja, ruang keluarga,
ruang makan, dan dapur. Jika teliti, coba perhatikan lantainya. Pola lantai 167
memberi petunjuk bahwa ada perbedaan antara satu ruang dengan ruang lain.
Pola-pola itu berwarna kuning dan oranye (penanda ruangan) –berasal dari
semen berwarna–di antara warna abu-abu yang berasal dari plur semen.



Saya tertarik dengan nut antar pola. Berkilat. Lebarnya 0.3 cm. Tidak terlalu
mencolok. Tapi bikin penasaran. Dari material apa?
“Nut itu dari kaca ya Pak?”
“Iya, bagus kan?”
“Berapa senti kedalamannya?”
“Tiga senti,” kata Gunawan sambil memperagakan dengan jarinya. Jarak tiga
senti meter (cm).

Pada saat istirahat.
Gunawan mengajak peserta ujian keliling rumah. Kami menuju lantai dua.
Lantai tiga. Semua berjalan satu-satu. Berbaris. Saat naik dari lantai 2 ke
lantai 3, tangganya terlalu kecil, lebarnya tidak sampai setapak kaki. Mana
curam. Sangat curam malah. Harus hati-hati. Begitu sampai di atas, ada
jembatan,”ragu-ragu”, kata Gunawan. Apa alasannya ya, disebut jembatan
ragu-ragu. Saya lupa. Pada saat melewati tangga, saya memang ragu-ragu.
Bagaimana tidak ragu. Lantai jembatan menggunakan kayu, jeruji kayu,
tepatnya. Nampak tak kokoh, bergoyang-goyang ketika dilalui.




No comment for 78. Rumah Batu Rumah Pribadi Gunawan Tjahjono 17a

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>