Seri Pemeliharaan Taman : Pembuatan Kompos (composting) 10
(715 Views) Januari 4, 2017 1:36 pm | Published by Safitri ahmad | No comment
Memanfaatkan sampah organik, antara lain : potongan rumput, potongan daun, sampah daun kering, dan gulma (tanaman dan rumput liar) menjadi pupuk organik melalui proses pengomposan.
Membantu menyelesaikan masalah lingkungan dengan mengurangi sampah daur ulang menjadi kompos. Kompos dapat menambah unsur hara, memperbaiki struktur dan tekstur tanah, dan membantu tanaman tumbuh dengan baik.
Peralatan
1.Garpu tanah
2.Sekop
3.Serok taman
4.Cangkul
5.Daun, potongan rumput, gulma, dan bahan organik lain (cacah menjadi kecil).
6.Bak kayu.
7.Air bersih (bebas dari kotoran, minyak, zat kimia yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman). Temperatur air antara 15 C -25 Celcius.
Standar Operasional
1.Masukan bahan organik yang sudah dicacah ke dalam bak kayu, kemudian padatkan. Isi seluruh bak kayu hingga penuh.
2.Siram bahan baku kompos yang sudah tersusun dalam kotak kayu untuk memberikan kelembaban. Untuk mempercepat proses pengomposan bisa ditambahkan starter (mikroorganisme) pembusuk ke dalam tumpukan kompos tersebut.
3.Tambahkan lagi potongan daun dan bahan organik sampai ketinggian kompos mencapai 1,5 meter.
4.Setelah 24 jam, suhu tumpukan kompos akan naik hingga 65oC, biarkan berada dalam kondisi ini hingga 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, jamur dan gulma.
5.Proses ini jangan sampai lebih dari 4 hari, karena berpotensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos. Bila mikroorganisme dekomposer mati, kompos akan lebih lama matangnya.
6.Setelah hari ke-4, turunkan suhu untuk mencegah kematian mikroorganisme dekomposer. Jaga suhu optimum pengomposan pada kisaran 45-60oC dan kelembaban pada 40-50%.
7.Cara menjaga suhu adalah dengan membolak-balik kompos, sedangkan untuk menjaga kelembaban, siram kompos dengan air. Pada kondisi ini penguapan relatif tinggi, tutup kompos dengan terpal plastik, sekaligus melindungi kompos dari air hujan.
8.Cara membalik kompos : Angkat bak kayu, lepaskan dari tumpukan kompos. Lalu letakkan persis disamping tumpukan kompos. Kemudian pindahkan bagian kompos yang paling atas kedalam bak kayu tersebut sambil diaduk. Lakukan seperti mengisi kompos di tahap awal. Lakukan terus hingga seluruh tumpukan kompos terbalik semua. Proses pembalikan sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali, sampai proses pengomposan selesai. Atau balik apabila suhu dan kelembaban melebihi batas yang ditentukan.
9.Apabila suhu sudah stabil dibawah 45oC, warna kompos hitam kecoklatan dan volume menyusut hingga 50% hentikan proses pembalikan.
10. Selanjutnya adalah proses pematangan selama 14 hari.
Tip:
1.proses pengomposan selesai setelah 40-50 hari (bisa lebih cepat atau lebih lambat) tergantung dekomposer dan bahan baku kompos. Pupuk kompos yang telah matang dicirikan dengan warna yang hitam kecoklatan, teksturnya gembur, dan tidak berbau.
2.Untuk memperbaiki penampilan (apabila pupuk kompos hendak dijual) dan agar bisa disimpan lama, kompos diayak dan dikemas dalam karung. Simpan pupuk kompos di tempat kering dan teduh.
3.Siapkan material organik dari sisa-sisa tanaman, bisa juga dicampur dengan kotoran ternak. Cacah bahan organik tersebut hingga menjadi potongan-potongan kecil. Semakin kecil potongan bahan organik semakin baik. Namun jangan sampai terlalu halus, agar aerasi bisa berlangsung sempurna saat pengomposan berlangsung.
No comment for Seri Pemeliharaan Taman : Pembuatan Kompos (composting) 10