Romantisme Desa di Restoran Payon : Safitri Ahmad
Menu Click to open Menus
TRENDING

Romantisme Desa di Restoran Payon

(1701 Views) Februari 17, 2017 3:45 pm | Published by | No comment



Fungsi restoran tidak hanya tempat makan dan bersosialisasi , tapi juga memenuhi kerinduan masa lalu, masa kecil di kampung halaman. Maka muncul restoran dengan atau restoran dengan petak-petak sawah kecil di sekelilingnya.

Salah restoran yang mengadopsi suasana pedesaan yang tenang, adalah restoran Payon, salah satu restoran di Kemang, Jakarta. Di tengah keriuhrendahan Jakarta, restoran Payon menyuguhkan nuansa pedesaan Jawa. Dalam bahasa Sanskerta Payon berarti tempat berteduh, tempat untuk makan-minum, dan beristirahat.

pintu masuk payon kemangKonsep pedesaan dapat diterapkan pada restoran ini, karena mempunyai lahan yang luas, 4000 meter. Ruang terbuka dan taman mendominasi lahan. Nuansa Jawa sudah terasa pada saat memasuki pintu masuk restoran yang terbuat dari kayu dan atap genting, di sebelah kanan dan kiri terdapat pot gerabah dengan tanaman air. Pada main entrace, terdapat kentongan besar yang berfungsi untuk menyambut tamu atau penanda buka puasa pada bulan Ramadan.

Terdapat dua bangunan restoran terbuka, yaitu restoran/ruang (pendopo) dengan kursi/meja dan gazebo untuk lesehan dan kedai kopi/teh. Di antara kedua bangunan terdapat beberapa bangunan kecil yang berfungsi untuk toko.

amphitheater payon kemang

Di area restoran terdapat sawah yang terletak di sisi kanan dan kiri, amphitheater di bagian tengah kompleks restoran (pada waktu-waktu tertentu digelar tarian dan kesenian di amphitheater). Ruang terbuka didominasi dengan pohon kamboja dan tanaman semak.

Pencahayaan pada area restoran dirancang temaran, agar sesuai dengan konsep pedesaan yang minim cahaya dan mengandalkan cahaya bulan untuk istirahat dan makan malam. Nuansa pedesaan semakin terasa dengan obor yang dipasang di sepanjang jalur pedestrian, sebagai sumber cahaya di dalam kompleks restoran.

lesehan payon

Posisi gazebo tempat restoran bergaya lesehan terletak lebih tinggi, sehingga dapat menikmati pemandangan ke arah taman yang terletak di tengah lahan. Konsep makan dengan cara lesehan, lebih santai, relaks, dan tidak terburu-buru. Ini tentu bertolak belakang dengan konsep restoran cepat saji, yang cepat, praktis, dan efisien.



No comment for Romantisme Desa di Restoran Payon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>