Alun-Alun Kota Pekalongan
(1065 Views) Desember 10, 2016 1:42 am | Published by Safitri ahmad | No comment
Dalam pembentukan kota di Jawa, alun-alun merupakan bagian yang tidak terpisah dengan mesjid, pasar, dan kantor pemerintahan. Alun-alun kota Pekalongan ini terletak di depan mesjid Jami, mesjid tertua di kota Pekalongan, kantor pemerintahan, sekolah (TK Pertiwi), dan bersebelahan dengan pusat perdagangan. Alun-alun dikelilingin pelataran dan jalur kendaraan. Kendaraan parkir di depan pelataran.
Alun-alun dikelilingi pohon beringin, ada beberapa pohon beringin yang sudah sangat tua dan besar, diameter batangnya mencapai 2 meter. Sedangkan beberapa pohon yang lain, mempunyai diameter batang yang lebih kecil. Lapangan alun-alun ditanami rumput. Antara pelataran dan lapangan berumput dibatasi pagar kira-kira setinggi 60 cm.
Di dekat alun-alun terdapat kampung Batik, kampung kauman. Sebagian besar warga di kampung batik ini memproduksi dan menjual batik. Di kampung itu, Sebagian rumah lama masih terawat dan masih ditempati, sedangkan yang lain sudah rusak.
Jumat, pagi, tidak terlalu banyak warga yang datang ke alun-alun. Beberapa Pedagang Kali Lima menjual sarapan (bubur ayam, nasi megono, sate ayam) di salah satu sisi alun-alun. Sebagian pembeli makan lesehan di pelataran atau di lapangan alun-alun beralas tikar. Mereka berdagang sampai pukul 10:00 WIB, sebelum Salat Jumat. Kondisi pagi dan malam sangat berbeda.
Pada malam hari alun-alun sangat ramai. Di sekeliling pelataran alun-alun digunakan Pedagang Kali Lima, untuk berjualan apa saja; makanan, baju, sepatu, dan suara musik dari salah satu PKL terdengar sangat keras. Sedangkan di lapangan alun-alun, terdapat permainan anak-anak. Pelataran toko (toko tutup di malam hari) yang terletak di depan alun-alun, dimanfaatkan pedagang makanan untuk berjualan. Pembeli lesehan di lantai beralas tikar.
Anak-anak sampai orang dewasa menikmati keramaian di sekitar alun-alun. Penerangan kegiatan berasal dari lampu jalan, lampu bangunan yang ada di depan alun-alun, dan PKL (Pedagang Kaki Lima) yang membawa penerangan masing-masing untuk lapak mereka. Cahaya lampu (dari ketiga sumber cahaya tersebut) tidak memadai untuk menerangi semua kegiatan malam di alun-alun. Pencahayaan tidak merata, hanya lampu dari beberapa pedagang kaki lima yang cukup terang.
No comment for Alun-Alun Kota Pekalongan